Ahmad Aditya Nugraha Pratama atau bisa kita panggil dengan Adit. Seorang
anak laki-laki yang bertubuh kurus, memakai tas selempang hitam export dan
memakai topi diantar oleh papanya menuju ruangan bimbingan belajar. Adit masuk
bimbingan telat beberapa hari dari pertemuan awal bimbingan. Saat ia memasuki
ruangan semua mata tertuju kepadanya. Ia diperkenankan masuk dan langsung
menduduki kursi belakang dan tempat tersebut menjadi tempat favoritnya saat
bimbingan. Adit berteman dengan anak laki-laki yang lucu bernama Nur Hidayat
atau kita bisa memanggilnya Dayat. Dayat berasal dari sekolah swasta ternama di
kota ini. Mereka berteman sangat akrab dan selalu bersama-sama disetiap waktu
bimbingan.
Ok, saya tau Adit pertama kali karena Shella memberikan nomornya kepada
Adit. Shella bercerita kepada saya bahwa mereka mulai dekat dari sms-aan. Awal
mulanya Adit yang sms Shella dengan bertanya “bunga apa yang Shella suka” ,
“rumah Shella dimana”. Tidak terlalu banyak yang saya ingat saat mereka
berdekatan melalui smsan. Satu minggu berlalu tanpa disadari mereka telah
jadian. Namun hal itu tidak lama hanya berjalan tiga hari, hal itu dikarenakan
Shella yang terlalu over terhadap Adit. Karena Adit tidak sanggup menghadapi
tingkah laku Shella mereka pun putus. Dan saya meminta nomor hp Adit kepada
Shella. Yah disaat itu saya dan Adit mulai berteman. Awalnya saya iseng hanya
ingin mengerjai Adit dengan cara sms-sms lalu misscall Adit. Entah tapi Adit
tau kalau yang mengerjainya adalah saya. Kami di dunia maya cukup dekat namun
saat dibimbingan kami seperti musuh bebuyutan. Ribut disana-sini, saling
lempar-lemparan kulit rambutan, saling menyumputin tas, kurung-kurungan
dikelas, dorong-dorongan pintu. Namun hal itu memberika cerita yang unik dan
hal ini yang membuat saya kangen masa SMP, dan membuat saya merasa kangen ingin
mengulang pertama kali saya bertemu dengan Adit.
Semester satu pun berlalu begitu cepat dan pertemanan kami pun juga
semakin dekat, setiap hari selalu smsan atau sekedar misscall. Saat memasuki
awal semester dua saya sempat dekat dengan seorang cowok bernama Aan. Dan
ternyata Aan merupakan tetangga Adit, saya mengetahui bahwa Aan merupakan
tetangga Adit karena Adit menggeledah tas saya dan melihat di dompet saya ada
foto Aan. Alhasil karena ada foto itu didompet saya, Adit membawa dompet saya
dan foto tersebut tanpa sepengetahuan saya. Adit pun datang menghampiri saya ke
samping musholah perempuan dengan memegang dompet dan foto tersebut. Karena
malu dan kesal Adit pun saya kejar tapi saya tidak dapat menangkap Adit. Bel
masuk pun berdering kami pun masuk ruangan dan Adit mengembalikan dompet dan
foto itu disertai dengan kongekan ia dan teman-teman yang lain.
Beberapa hari kemudian kami pun bimbingan kembali yang saya ingat saat
itu Adit dan Dayat menakuti saya dengan berkata “awas loh nanti tidurnya sama
pocong, trus pocongnya ada dibawah kasur” karena saya termasuk anak yang
penakut kaki saya pun gemetar dan tidak dapat berhenti. Karena mereka berdua
merasa bersalah mereka pun meminta maaf dan berkata bahwa hal itu tidak akan
terjadi. Ada salah satu lagu yang saya sukai dan karena saya sering bernyanyi
lagu itu mereka pun juga suka. Lagu itu adalah lagu tangga dengan judul
“Terbaik Untukmu”. Saat itu saya sendirian karena teman-teman perempuan yang
lain sudah didalam kelas. Saya dikepung oleh teman-teman laki-laki bimbingan
dan mereka menyanyikan lagu tersebut:
“maafkanlah bila ku selalu
membuatmu marah dan benci padaku
ku lakukan itu semua
hanya tuk buatmu bahagia
membuatmu marah dan benci padaku
ku lakukan itu semua
hanya tuk buatmu bahagia
mungkin ku cuma tak bisa pahami
bagaimana cara tunjukkan maksudku
aku cuma ingin jadi terbaik untukmu”
bagaimana cara tunjukkan maksudku
aku cuma ingin jadi terbaik untukmu”
Lagu itu awalnya hanya Adit yang tau namun karena
suatu hal semua anak laki-laki dibimbingan jadi tahu dengan lagu tersebut. Lagu
itu selalu ku kenang dan selalu ku ingat. Bukan hanya itu saja Adit selalu ku
ingatkan untuk melaksanakan sholat Ashar dibimbingan. Ahahha lucu deh kalau
diingta-ingat. Jika telah datang waktu istirahat Adit, Dayat dan teman-teman
yang lain jajan di depan sekolah Persit. Karena saya mengetahui hal itu saya
pun mengajak teman-teman untuk jajan disana juga. Jika kami telah sampai disana
mereka telah tidak ada dan alhasil kami anak perempuan dikurung diluar ruangan,
dorong-dorongan pintu sampai guru bimbingan datang dan mereka dihukum. Senang
kalau melihat mereka dihukum didepan kelas ahahahha. Saya dan Adit sering
berbalas pesan di meja yang sering ditempati oleh Adit tapi saya lupa apa yang
kami tulis tapi itu hanya berlangsung beberapa kali saja.
saya tahu kamu pasti ingat masa-masa itu . aku sangat rindu masa itu saat ini tapi aku sadar hal itu tidak mungkin terjadi lagi. jika waktu dapat diputar kembali aku ingin kembali kemasa itu. masa dimana aku dapat melihat kamu untuk pertama kalinya, saat dimana aku mengenal kamu untuk pertama kali dan tentunya saat kita berantem seperti anak kecil lagi ..
aku benar-benar kangen masa itu ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar