Minggu, 15 September 2013

Pertemuan dan Perkenalan Cinta Pertamaku



Ahmad Aditya Nugraha Pratama atau bisa kita panggil dengan Adit. Seorang anak laki-laki yang bertubuh kurus, memakai tas selempang hitam export dan memakai topi diantar oleh papanya menuju ruangan bimbingan belajar. Adit masuk bimbingan telat beberapa hari dari pertemuan awal bimbingan. Saat ia memasuki ruangan semua mata tertuju kepadanya. Ia diperkenankan masuk dan langsung menduduki kursi belakang dan tempat tersebut menjadi tempat favoritnya saat bimbingan. Adit berteman dengan anak laki-laki yang lucu bernama Nur Hidayat atau kita bisa memanggilnya Dayat. Dayat berasal dari sekolah swasta ternama di kota ini. Mereka berteman sangat akrab dan selalu bersama-sama disetiap waktu bimbingan.
Ok, saya tau Adit pertama kali karena Shella memberikan nomornya kepada Adit. Shella bercerita kepada saya bahwa mereka mulai dekat dari sms-aan. Awal mulanya Adit yang sms Shella dengan bertanya “bunga apa yang Shella suka” , “rumah Shella dimana”. Tidak terlalu banyak yang saya ingat saat mereka berdekatan melalui smsan. Satu minggu berlalu tanpa disadari mereka telah jadian. Namun hal itu tidak lama hanya berjalan tiga hari, hal itu dikarenakan Shella yang terlalu over terhadap Adit. Karena Adit tidak sanggup menghadapi tingkah laku Shella mereka pun putus. Dan saya meminta nomor hp Adit kepada Shella. Yah disaat itu saya dan Adit mulai berteman. Awalnya saya iseng hanya ingin mengerjai Adit dengan cara sms-sms lalu misscall Adit. Entah tapi Adit tau kalau yang mengerjainya adalah saya. Kami di dunia maya cukup dekat namun saat dibimbingan kami seperti musuh bebuyutan. Ribut disana-sini, saling lempar-lemparan kulit rambutan, saling menyumputin tas, kurung-kurungan dikelas, dorong-dorongan pintu. Namun hal itu memberika cerita yang unik dan hal ini yang membuat saya kangen masa SMP, dan membuat saya merasa kangen ingin mengulang pertama kali saya bertemu dengan Adit.
Semester satu pun berlalu begitu cepat dan pertemanan kami pun juga semakin dekat, setiap hari selalu smsan atau sekedar misscall. Saat memasuki awal semester dua saya sempat dekat dengan seorang cowok bernama Aan. Dan ternyata Aan merupakan tetangga Adit, saya mengetahui bahwa Aan merupakan tetangga Adit karena Adit menggeledah tas saya dan melihat di dompet saya ada foto Aan. Alhasil karena ada foto itu didompet saya, Adit membawa dompet saya dan foto tersebut tanpa sepengetahuan saya. Adit pun datang menghampiri saya ke samping musholah perempuan dengan memegang dompet dan foto tersebut. Karena malu dan kesal Adit pun saya kejar tapi saya tidak dapat menangkap Adit. Bel masuk pun berdering kami pun masuk ruangan dan Adit mengembalikan dompet dan foto itu disertai dengan kongekan ia dan teman-teman yang lain.
Beberapa hari kemudian kami pun bimbingan kembali yang saya ingat saat itu Adit dan Dayat menakuti saya dengan berkata “awas loh nanti tidurnya sama pocong, trus pocongnya ada dibawah kasur” karena saya termasuk anak yang penakut kaki saya pun gemetar dan tidak dapat berhenti. Karena mereka berdua merasa bersalah mereka pun meminta maaf dan berkata bahwa hal itu tidak akan terjadi. Ada salah satu lagu yang saya sukai dan karena saya sering bernyanyi lagu itu mereka pun juga suka. Lagu itu adalah lagu tangga dengan judul “Terbaik Untukmu”. Saat itu saya sendirian karena teman-teman perempuan yang lain sudah didalam kelas. Saya dikepung oleh teman-teman laki-laki bimbingan dan mereka menyanyikan lagu tersebut:
 “maafkanlah bila ku selalu
membuatmu marah dan benci padaku
ku lakukan itu semua
hanya tuk buatmu bahagia
mungkin ku cuma tak bisa pahami
bagaimana cara tunjukkan maksudku
aku cuma ingin jadi terbaik untukmu”

Lagu itu awalnya hanya Adit yang tau namun karena suatu hal semua anak laki-laki dibimbingan jadi tahu dengan lagu tersebut. Lagu itu selalu ku kenang dan selalu ku ingat. Bukan hanya itu saja Adit selalu ku ingatkan untuk melaksanakan sholat Ashar dibimbingan. Ahahha lucu deh kalau diingta-ingat. Jika telah datang waktu istirahat Adit, Dayat dan teman-teman yang lain jajan di depan sekolah Persit. Karena saya mengetahui hal itu saya pun mengajak teman-teman untuk jajan disana juga. Jika kami telah sampai disana mereka telah tidak ada dan alhasil kami anak perempuan dikurung diluar ruangan, dorong-dorongan pintu sampai guru bimbingan datang dan mereka dihukum. Senang kalau melihat mereka dihukum didepan kelas ahahahha. Saya dan Adit sering berbalas pesan di meja yang sering ditempati oleh Adit tapi saya lupa apa yang kami tulis tapi itu hanya berlangsung beberapa kali saja. 
saya tahu kamu pasti ingat masa-masa itu . aku sangat rindu masa itu saat ini tapi aku sadar hal itu tidak mungkin terjadi lagi. jika waktu dapat diputar kembali aku ingin kembali kemasa itu. masa dimana aku dapat melihat kamu untuk pertama kalinya, saat dimana aku mengenal kamu untuk pertama kali dan tentunya saat kita berantem seperti anak kecil lagi ..
aku benar-benar kangen masa itu ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar