Minggu, 15 September 2013

Pacar Pertamaku dan Tahun Pertama Jadian Kami

Setelah perkenalan di tempat itu dimana pertama kali kita bertatap muka dimana empat bola mata yang saling berbalas tatapan. Kamu adalah lelaki yang membuatku tersipu malu, membuatku selalu menjaga sikap dan selalu menjaga hatiku. Sekarang pertemanan kami semakin dekat. Kita sering telponan berjam-jam entah apa yang diomong sampai biaya telpon rumah bengkak, smsan seperti orang yang telah pacaran. Dan satu minggu sebelum bimbingan selesai kami semakin. Saya ingat satu minggu sebelum bimbingan selesai saya dan teman-teman perempuan kompakan menggunakan warna baju yang sama. Hari Senin kami mmenggunkan baju berwarna putih namun salah satu teman kami menggunakan warna baju yang berbeda yaitu Gella. Pada hari Rabu pagi harinya saya menelfon Adit, Adit bilang terakhir kalau hari ini terakhir bimbingan namun saya tidak percaya . Sampai-sampai Adit bilang “kalo gua salah iris kuping gua ya!” saya mengiyakan namun dan hal itu benar terjadi. Dan ada suatu kejadian dimana saat hari terakhir bimbingan kami anak perempuan berjanjian untuk menggunakan baju berwarna hitam namun hal itu tidak sesuai rencana. Mereka menggunakan warna kuning dan saya sendiri yang menggunakan hitam. Tak lama kemudian Adit datang dengan menggunkan baju berwarna hitam juga. Hal itu membuat kami berdua menjadi bahan kongekan. Saya tidak berani untuk masuk kedalam kelas karena hal itu akan membuat saya malu dan mereka semakin senang untuk mengongek. Tapi Adit hanya diam duduk ditempat duduk favoritnya serta menutup mukanya dengan topi yang sering ia gunakan. Namun ada salah satu temen saya bilangg ke Adit "Woy, dit lo janjian tah sama Putri? kok warna bajunya sama?" Adit ngejawab "G kok...!" teman yang lain pun berkata kepada Adit  "Dit, lo suka ya sama Putri?" dan adit menjawab “YA!” dengan suara yang jelas dan lantang. Oh my god itu membuat saya sangat malu dan menambah menjadi bahan kongekan. Selama pembelajaran saya dan Adit tidak saling menegor karenanya hari ini kami sama-sama malu.
Sesampai dirumah saya langsung sms adit kenapa dia menjawab seperti itu dan mengapa juga ia menggunakan baju berwarna hitam. Setelah saya ingat kembali sebelumnya ditelpon Adit bertanya hari ini saya akan menggunkan baju warna apa dan saya menjawab warna hitam. Mungkin dari situ Adit memutuskan untuk menggunakan warna bju yang sama seperti saya. Bimbingan telah usai namun perteman kami tidak pernah usai. Ujian semester pun berlalu dan tiba saatnya untuk class meeting.  Tepat pada tanggal 17 Juni 2006 Adit mengatakan perasaannya kepasa saya melalui telepon dan diiringi oleh lagu Club Eighties berjudul “Dari Hati” :
“Andai enkau tahu
Bila menjadi aku, sejuta rasa dihati
Lama tlah kupendam,
Tapi akan kucoba mengatakan

Ku ingin kau menjadi milikku
Entah bagaimana caranya
Lihatlah mataku untuk memintamu
Ku ingin jalani bersamamu
Coba dengan sepenuh hati
Ku ingin jujur apa adanya
Dari hati

Kini engkau tahu aku menginginkanmu
Tapi takkan kupaksakan
Dan kupastikan
Kau belahan hati
Bila milikku
Menarilah bersamaku
Dengan bintang-bintang
Sambutlah diriku
Untuk memelukmu”
Yah diiringi dengan lagu itu Adit bilang “Put, mau gak lo jadi pacar gua” lalu saya jawab “apa sih lo ni bercandannya gak lucu tau”. Kemudian Adit balas “eh ya bercanda” namun sesaat kemudian gempa terjadi dan telpon pun terputus begitu saja. Setelah gempa hilang saya masuk kedalam rumah dan menelpon Adit, setelah telpon diangkat Adit pun menggulangi perkataannya “Put, mau gak lo jjadi pacar gua! Gua gak bercanda!” disitu saya cuma bisa diam dan secara singkat saya jawab “telpon gua nanti jam 12 malam, gua bakal jawab”. Jam 12 pun tiba Adit benar menelpon saya dan ia ingin mengetahui jawaban dari saya, namun jawaban yang saya kasih adalah “kita liyat nanti ya, gua butuh waktu untuk lo yua. 1 minggu gua kasih waktu satu minggu yakinin gua kalo lo beneran suka sama gua”. Hari-hari pun berlalu saya hanya misscall Adit langsung menelfon saya, itu membuat saya yakin dan senang dan yakin saya akan menjawab “YES I DO”. Namun tidak sampai satu minggu saya sudah menjawab. Hal ini dikarenakan Adit sedang sakit dan ia tidak memberikan kabar kepada saya. Namun saya menjawab pertanyaan itu pada tanggal 24 Juni 2006 jam 04.35 sore. Yup kami resmi jdian pada tanggal tersebut...

Di sini kau dan aku
Terbiasa bersama
Menjalani kasih sayang
Bahagia ku denganmu
Pernahkah kau menguntai
Hari paling indah
Ku ukir nama kita berdua
Di sini surga kita
Bila kita mencintai yang lain
Mungkinkah hati ini akan tegar
Sebisa mungkin tak akan pernah
Sayangku akan hilang
If you love somebody, could we be this strong
I will fight to win our love will conquer all
Wouldn’t risk my love even just one night
Our love will stay in my heart
My heart
hal ini adalah kali pertamanya gua mencoba membagi kehidupan gua, membagi waktu gua, membagi cerita gua, membagi kebahagiaan gua dan kesedihan gua kepada orang yang gua sayanng. Semua manis, semua bahagia semua yang kami lakukan satu persatu dari hari kehari menjadi cerita cinta monyet gua. Ya Adit adalah pacar pertama gua, dari awal pertama jadian komunikasi gak pernah putus kecuali saat tidur. tanpa gua sadari gua gak tau kapan tanggal lahir Adit dan saat gua sadar itu ternyata pada hari itulah Adit ulang tahun. yap tanggal 12 Agustus sumpah gua g tau apa yang harus gua lakuin, tanpa ada yang gua siapin. untungnya Adit ngerti dengan hal itu danmemakhluminya. Kami melewati puasa berdua untuk kali pertamanya dan lebaran pertama. namun semuanya pupus dibulan ke-4,itu karena Adit gak ngasih kabar ke gua dalam beberapa hari. karena jengkel jadi gua putusin deh Aditnya. Tapi  itu gak lama 2hari kemudian Adit ngajak balikan, sumpah seneng banget gua dan gua gak mau ngulang hal itu untuk yang kesekian kalinya.
Bulan Februari bulan kelahiran gua, gua dan Adit udah janjian bakal nonton film pas tanggal ulang tahun gua. Dan Adit datang dengan baju berwarna pink serta membawa kado untuk gua.Setelah Adit ngasih itu kado ke gua dia ijin ke toliet tanpa gua ketahui ternyata Adit pulang. Dan gua udah ngantri buat beli tiket nonton, sumpah jengkel banget saat itu. Sampe dirumah gua langsung nelpon Adit jelas pasti gua ngoceh-ngoceh ternyata oh ternyata Adit malu dan gugup. setelah gua ddenger cerita Adit gua gak jadi marah lagi.
1tahun sudah kami lewati bersama, tahun pertama yang cukup aneh karena selama 1tahun itu kami hanya bertemu 3kali itu juga dirumah Uni gua yang deket rumah Adit. Gua berharap dihari berikutnya hal indah ada didepan mata kami.

SEMOGA :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar